Popular Posts

Saturday, March 5, 2016

Seri Akhir Zaman 2 - ALL SEEING EYE

Seri Akhir Zaman ke - 2

ALL SEEING EYE


Artikel akhir jaman edisi yang lalu berisi tentang chip pada manusia. Apa sebenarnya tujuan sistem dunia ini mempersiapkan sebuah chip pada manusia? Jawabannya adalah mempersiapkan tatanan masyarakat baru dengan satu tujuan, satu pemimpin dan satu sistem (new world order) yang dipimpin oleh satu pemimpin yaitu Antikris (I Yoh 2:18). Alkitab menubuatkan bahwa Iblis, Antikris dan Nabi Palsu akan menguasai dunia dalam segala bidang : “...dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.” (Why 13:7). Antikris akan menguasai seluruh dunia ini yang melingkupi penguasaan terhadap individu, sosial, keuangan, politik, agama dan media.
Untuk melaksanakannya Iblis harus memiliki satu sistem yang memungkinkan untuk memantau seluruh manusia di seluruh dunia ini. Dan teknologi chip-lah solusi yang Antikris gunakan.
Adapun fungsi dari chip adalah sebagai berikut :
1.         Sebagai identitas global (Universal ID).
2.         Menuju masyarakat tanpa uang tunai (Global Cashless Society)
3.         Pengawasan global (Global access control)
Mata yang melihat (All seeing eye)
Di akhir jaman Iblis sedang mempersiapkan suatu sistem yang dapat mengontrol SEMUA manusia di bumi ini, Antikris ingin memberi sebuah tanda kepada setiap manusia sebagai materai bahwa mereka adalah pengikut Antikris (Why 19:20). Diakhir jaman Iblis akan berkuasa sebagai pemimpin dunia ini.
Oleh sebab itu hari-hari ini kita banyak melihat logo, gambar dan tanda yang memperlihatkan sebuah mata. Mata tersebut adalah mata dewa Horus, dewa bangsa Mesir. Mata Horus adalah lambang dari Lucifer yang mengawasi seluruh dunia. Kita ingat Lucifer artinya “dipembawa terang”. Lambang mata tunggal ini digunakan sebagai simbol oleh organisasi rahasia ini yang bernama “Illuminati” .

Eye of Providence
Sebelum kita lanjutkan penjelasan tentang “mata yang melihat” kita akan melihat terlebih dahulu sejarah dari simbol mata tersebut bermula.
Israel sebagai umat pilihan Allah
Orang Israel adalah bangsa pilihan Allah (Ul 7:6), mereka dipilih untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa (Kej 27:27-29) dan tidak ada sebuah bangsa yang memiliki pengalaman dengan Allah-nya seperti bangsa Israel. Bangsa Israel pernah berjalan bersama-sama dengan Tuhan sendiri selama 40 tahun di padang gurun, bahkan Musa pemimpin mereka dapat bercakap-cakap dengan Tuhan secara langsung di gunung Horeb.
Yehuda tulang punggung Israel
Israel (Yakub) memiliki 12 anak, dimana kemudian anak-anak tersebut mewakili 12 suku Israel. Dari ke-12 anaknya itu, Yakub memberikan berkat yang berbeda kepada masing-masing anaknya, dan berkat yang paling luar biasa adalah berkat/pengurapan yang diberikan kepada  Yehuda. Kej 49:9-12 mencatat bahwa: “Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda adalah seperti anak singa: ...Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.”
Dan terjadilah seperti yang telah Israel ucapkan... Suku Yehuda menjadi suku yang sangat diberkati hingga saat ini. Berikut adalah berkat yang Yehuda terima:
Engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu,... kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda artinya memuji (Ibr.). Semua anak/suku Israel akan sangat bangga kepada Yehuda, sebab Yehuda - sebagai anak yang sangat diberkati - akan membantu saudara-saudaranya yang sedang dalam kesulitan, dan sifatnya itu telah terbukti dengan membela Yusuf adiknya agar tidak dibunuh oleh saudara-saudaranya yang lain (Kej 37:26-27) dan pada waktu ia membela Benyamin yang hendak di tahan di Mesir oleh Yusuf lalu mau mengantikan Benyamin sebagai tawanan dan budak (Kej 44:18-34), Yehuda sangat mengasihi ayah dan saudara-saudaranya. Yehuda adalah orang yang melanjutkan pengharapan Israel dalam dirinya.
Tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu...Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya. Walaupun tidak memiliki hak kesulungan, Yehuda tampil sebagai pemimpin yang berkuasa dari bangsa Israel. Yehuda akan menjadi suku yang kuat turun-menurun, dari tangan Yehuda-lah bangsa-bangsa akan takluk dan ditakuti oleh musih-musuhnya, maka tidak heran jika kepada suku Yehuda Tuhan memerintahkan untuk merebut tanah Kanaan sepeninggalnya Yosua (Hak 1:2). Dan janji ini tidak pernah berubah, kita lihat bagaimana Daud raja yang begitu diurapi dan mengalahkan bangsa-bangsa adalah keturunan Yehuda, bahkan Yesus sekalipun adalah keturunan Yehuda (Why 5:5).
Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; Ini berbicara tentang berkat yang sangat luar biasa yang dimiliki keturunan Yehuda, sebab memiliki pohon anggur hingga memiliki batang yang besar dan dapat ditambatkan seekor keledai adalah berbicara tentang kemapanan dan kemakmuran. Tidak hanya sampai disitu dikatakan juga bahwa: ...ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur. Dapat dikatakan Yehuda adalah suku yang teramat sangat kaya secara materi, sehingga diibaratkan untuk mencuci pakaian saja ia dapat mengunakan perasan angur hasil kebunnya.
Sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa ... Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.
Oleh karena kekayaannya yang begitu besar maka suku Yehuda memiliki kekuasaan atas bangsa-bangsa. Tidak terkecuali negara kaya sekalipun, mereka akan tunduk kepada keturunan Yehuda, sebab kekayaan mereka belum seberapa dibandingkan dengan apa yang dimiliki keturunan Yehuda. Namun suatu saat – saat yang telah Tuhan tentukan – akan datang seseorang yang telah dinubuatkan dapat berkuasa atas Yehuda. Siapa dia yang dimaksud? Dia adalah seseorang, yang oleh bangsa Israel dianggap sebagai mesias yang sudah lama mereka nantikan, namun tanpa mereka sadari mesias tersebut sebenarnya adalah Antikris (Daniel 9:27).

Israel ter-diaspora
Oleh karena dosa Salomo menyembah dewa-dewa orang-orang kafir (I Raja 11:5) menyebabkan bangsa Israel terpecah menjadi dua yaitu: Israel Selatan (suku Yehuda dan sebagian Benyamin) yang akhirnya Tuhan serahkan mereka ke tangan bangsa Babilonia/Babel kepada raja Nebukadnezar, dan sisanya Tuhan serahkan ke bangsa-bangsa di Utara yaitu bangsa Asyur.
Selama orang-orang Yehuda di-diaspora ke negeri Babel urapan Yehuda itu tetap ada pada mereka. “Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya...Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.” (Dan 1:6-21). Sekalipun dalam pembuangan, keturunan Yehuda selalu jadi pemimpin. Pada waktu mereka kembali dari pembuangan di Babel-pun suku Yehuda-lah yang membangun kembali reruntuhan tembok Yerusalem melalui keturunannya yang bernama Nehemia.
Dari situlah Yehuda mengerti bahwa: “memang aku inilah pemimpin, dan sudah menjadi ketetapan bahwa aku harus menjadi berkat bagi saudara-saudaraku. Kepada kitalah urapan raja turun dan bangsa-bangsa akan tunduk.”

Biji Mata Allah, Suku Yehuda adalah biji mata Allah yang ditarik oleh kekuatan Allah
dari kekuatan Mesir. Lambang ini ada pada semua sinagoga suku Yehuda. Segitiga kecil
di atas mengambarkan bangsa Israel yang ditarik keluar dari Mesir dengan dua buah mata
merupakan lambang dari biji mata Allah, piramida dibawahnya melambangkan mesir.
Yehuda sebagai biji mata Allah
Ulangan 32:10 berkata “Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara (berbicara tentang Mesir, red.). Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.”
Suku Yehuda percaya dan mengenang bahwa mereka di bebaskan/ ditarik keluar dari Mesir (dilambangkan oleh Piramid) dan dijadikan sebagai biji mata Allah kemudian mereka mengenangnya dalam suatu lambang yang mereka buat berupa sebuah piramid yang pada bagian atasnya tercabut, sehingga menjadi sebuah piramida terpenggal yang pada bagian atasnya terdapat sepasang mata (melambangkan mata Allah) yang melambangkan bahwa mereka adalah  “The supreme being”, sebab kaum Yehuda ingin selalu mengingatkan generasi berikutnya bahwa bangsa Israel adalah sebagai bangsa pilihan Allah atau bangsa yang terutama. Oleh sebab itu mereka memakai piramida susunan teratas.
Masa diaspora
Seperti kita ketahui bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang tegar-tengkuk, sebentar bertobat namun tidak lama kemudian berpaling lagi kepada allah lain, sebentar menuruti Firman Tuhan namun tidak lama kemudian bersungut-sungut, demikian juga dengan keturunan Yehuda ini... Dengan kepercayaan terhadap urapan yang mereka miliki sebagai pemimpin, mereka jadi semena-mena terhadap orang-orang non-Yahudi (Jentile), orang-orang Yehuda beranggapan bahwa hanya orang Israel-lah umat pilihan Allah, dan merekalah yang berhak memimpin dan menentukan dunia ini. Mereka lupa bahwa berkat yang mereka miliki seharusnya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (Bil 22:6).
 Kej 49:9-12 berkata: “Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, ... Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.” Mereka berlaku seperti layaknya singa yang tidak akan melepaskan mangsanya hingga benar-benar tertangkap, lalu setelah kenyang akan beristirahat di tempat yang aman. Matanya mabuk oleh karena kekayaan dan kekuasaan yang dimilikinya.
Sampai akhirnya pada tahun 135 M Kaisar Hadrian sangat membenci orang-orang Yahudi yang masih memegang teguh Taurat (sebab sebagian orang Yahudi sudah memeluk agama Kristen waktu itu dan menerapkan hukum kasih sehingga mereka dapat berbaur dengan orang non-Yahudi), akhirnya kaisar Hadrian menghancurkan Yerusalem, hampir seluruh sinagoga dihancurkan, dan akhirnya mengusir orang-orang Yahudi non-Kristen keluar dari tanah Israel.
Setelah itu Yerusalem (sebelum Khalifah Omar merebutnya dari Roma pada tahun 637) didiami oleh kebanyakan orang Roma dan orang-orang Yahudi yang sudah beragama Kristen, sehingga lama-kelamaan orang Roma juga memeluk agama Kristen, oleh karena penggaruh orang-orang Yahudi Kristen (Kis 11:21). Kekristenan sangat dihargai oleh Roma... Namun di lain sisi, hal tersebut sangatlah menyakitkan bagi orang-orang Yahudi yang di usir dari tanah pusaka mereka, ini mengakibatkan orang Yahudi sangat membenci orang Kristen dan seluruh orang di dunia ini.
Lalu kemana orang-orang Yahudi yang terusir kini. Bagaimana nasib orang-orang Yehuda yang katanya akan menyelamatkan saudara-saudaranya? Pasca pengusiran oleh kaisar Hadrian, dengan penuh kebencian terhadap orang-orang kafir dan Kristen, bangsa Yahudi terpencar (ter-diaspora) ke seluruh negara Eropa, mereka menjadi bangsa “stateless” atau masyarakat tanpa kewarga-negaraan dan tinggal di negara-negara yang asing bagi mereka. Dan setelah hampir 1000 tahun kemudian bangsa Israel sudah tersebar di hampir semua negara di dunia ini.
Jika Tuhan sudah berjanji tidak mungkin gagal. Dan itu jugalah yang terjadi dengan janji-Nya yang akan memberkati keturunan Yehuda dan akan membuat suku ini menjadi penolong bagi saudara-saudaranya. Sekalipun bangsa Israel sudah terpencar-pencar keberbagai negara namun urapan Yehuda itu tetap ada pada kaum Yehuda, di negara mana saja mereka tinggal pasti mereka berhasil, menjadi sangat kaya dan dapat mempengaruhi pemerintahan yang ada. Jika mereka berdagang maka mereka menjadi pedagang yang sukses, jika mereka menjadi ilmuwan, mereka akan menjadi ilmuwan yang sangat jenius, jika mereka masuk dalam pemerintahan, maka orang-orang Yehuda akan memimpin dengan piawai, jika mereka bekerja di bidang finansial, maka mereka akan menjadi pemegang uang skala negara... dan hari ini hampir semua sendi-sendi ekonomi dan finansial dunia dikuasai oleh beberapa orang saja yaitu orang-orang keturunan Yehuda.
Dari suku Yehuda inilah lahir sebutan orang Yahudi, sebab kata Yahudi berasal dari kata Yehudi (Ibr.) atau Yehudai (aram) yang artinya sama dan berasal dari kata Yehuda.
Dinasty Rothschild
Mayer Amschel Rothschild (1743-1812) seorang keturunan Yehuda yang tinggal di Bavaria Jerman, memulai usahanya dengan menjual alat-alat perang, dan karena usahanya tersebut ia dan kemudian keturunannya dapat dikatakan sangat-sangat kaya (walaupun sebenarnya mereka berdiri diatas kehancuran bangsa-bangsa yang oleh karenanya berperang). Dengan kekayaannya tersebut mereka dapat “membantu” negara-negara yang memerlukan pinjaman uang, dimana pada akhirnya dinasty Rothschild ini membuat bank negara dan mengontrol keluar masuknya uang di negara tersebut. Keluarga ini di mata dunia sangat terhormat, dimana keturunannya pada abad ke 20 ini menduduki jabatan penting dalam berbagai perusahaan konglomerat terutama dibidang perbankan di Eropa, Amerika dan sebagian besar bank di dunia, salah satu anggotanya menjadi salah satu pendiri PBB. Tapi apapun yang mereka lakukan adalah dengan tangan yang kotor... Mereka tidak akan segan-segan untuk menghancurkan perekonomian sebuah negara untuk diambil uangnya, dan mereka akan sangat mudah memberikan bantuan dana kepada suatu negara dimana pada akhirnya mereka akan berhutang dan mau tidak mau membantu kepentingan mereka, dari keadaan ini mereka akhirnya makin mengeruk kekayaan dan kontrol keuangan bangsa-bangsa. Salah satu ucapan Rothschild yang terkenal adalah : “Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu bangsa, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa (give me control over a nations economic, and I don’t care who writes its laws).”
Beberapa alasan mengapa mereka sangat memerlukan sangat banyak uang:
1.         Pembiayaan pemulangan (reunion) orang-orang Yahudi dari seluruh dunia (Aliyah).
2.         Pembiayaan pembangunan rumah-rumah bagi mereka yang telah kembali dari luar negeri.
3.         Pembiayaan pembangunan Bait Allah ke III.
4.         Pembiayaan militer, sebagai antisipasi hal-hal yang dapat menghalangi rencana-rencana tersebut.
(poin 1, 2 dan 3 akan dibahas secara khusus pada buletin doa edisi-edisi berikutnya secara terpisah)
Dinasti Rothschild -- dan juga seluruh orang Yahudi di suluruh dunia -- sangat membenci kekristenan, mereka masih mengingat peristiwa pengusiran di tahun 135 dulu. Dan kini MEREKA MEMILIKI TUJUAN UTAMA YAITU MEMPERSATU-KAN KEMBALI BANGSA ISRAEL YANG TELAH TERCERAI-BERAI KEMBALI KE TANAH PERJANJIAN dengan mendirikan Protokol Zion (Zionisme), ingat Yehuda adalah tulang punggung saudara-saudara yang lain, jadi keturunan Yehuda akan sekuat tenaga memgumpulkan dana, pengaruh dan persenjataan untuk sesegera mungkin mengembalikan saudara-saudara mereka yang masih di luar negeri (termasuk mereka sendiri) untuk kembali ke tanah Israel.
Illuminati
Tahun 1770, Rothschild memulai rencana pendirian organisasi persaudaraan bernama Illuminati dan ia mempercayakannya kepada seorang Yahudi lainnya bernama Adam Weishaupt (1748-1811). Pada tahun 1776 akhirnya Adam Weishaupt menyelesaikan rencana tersebut untuk mendirikan organisasi Illuminati dengan nama awal Perfectibilists, yang kemudian dikenal dengan the Illuminati Order dan the Bavarian Illuminati, orang-orangnya disebut dengan Illuminism atau Illuminatus. Illuminati sendiri berarti “Pencerahan Baru” atau “Sang pembawa Cahaya.”
Organisasi ini bertujuan untuk membentuk kesatuan dunia. Oleh sebab itu para Illuminatus terlibat atas terjadinya perang besar. Perang dunia I dan II adalah rancangan Illuminatus melalui tokohnya yang bernama Albert Pike (1809-1892).
Pada saat meletus PD I dunia sepakat menyerukan perdamaian dan lahirlah Liga Bangsa-Bangsa. Tetapi Liga Bangsa-Bangsa belum bisa menyatukan bangsa-bangsa, dan dibuatlah PD II, dan walupun sebagian besar anggota Illuminati adalah orang Yahudi, akan tetapi saat PD II orang-orang Yahudi menjadi korban, mengapa? Untuk menarik simpati masyarakat dunia terhadap keberadaan bangsa Yahudi, dan ini berhasil, tiga tahun setelah PD II dinyatakan berakhir, pada tahun 1948 bangsa Israel mendapat kemerdekaan. Perang Dunia II ini melahirkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sampai hari ini PBB belum dapat memainkan peranannya dalam mempersatukan dunia ini.
Strategi terakhir adalah melalui Perang dunia III dengan melibatkan Rusia yang sejak dahulu ingin menduduki Israel . Perang ini akan membawa keinginan masyarakat dunia untuk bersatu, dan pada saat itulah Antikris akan muncul sebagai pembawa damai serta membela Israel dalam mewujudkan semua Protokol Zionisme, termasuk pembangunan bait Allah ke III dan mengonrol seluruh dunia (tujuan utama Illuminati) untuk waktu 3,5 tahun, sampai pada akhirnya Antikris akan menghianati bangsa Israel dan ia duduk di bait Allah yang telah dibangun (II Tes 2:4).
 
Freemasonry
Suatu kali seorang Illuminatus terkenal bernama Galilei Galileo terpaksa harus dihukum rumah seumur hidup oleh gereja Katolik akibat membuat pernyataan bahwa pusat alam semesta yang bukan bumi adalah matahari. Pernyataan tersebut dianggap menyinggung gereja Katolik karena secara tidak langsung menyatakan bahwa Tuhan dengan sengaja menempatkan pusat kehidupan di planet lain. Sejak saat itu illuminatus diburu oleh para kaum gereja dan mereka akhirnya harus bersembunyi dan menjadi organisasi bawah tanah (sembunyi-sembunyi) pada saat itulah mereka bergabung dengan organisasi lain yang bernama Freemasonry, sebuah organisasi Yahudi juga yang memiliki tujuan utama memulihkan/ membangun kembali Bait Suci Salomo. Setelah Illuminati bergabung dengan Freemasonry mereka menjadi sangat kuat hingga saat ini.
Organisasi Freemason sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 37 M, organisasi rahasia ini didirikan untuk melawan pemeluk agama Masehi dan membangun kembali Bait Allah Salomo. Freemasonry terdiri dari dua kata Free: yang berarti bebas/merdeka, dan kata Mason: yang berarti tukang bangunan. Visi mereka hampir sama dengan Illuminati dan organisasi-organisasi Yahudi lainnya yaitu menganggap bahwa diri mereka adalah “the bersupreme being”, mengontrol dunia dan kembali membangun Bait suci Salomo. Itu sebabnya mereka menamakan dirinya mason: tukang bangunan, dengan lambang kompas yang terbentuk dari jangka terbuka, pengaris siku untuk tukang bangunan dan huruf G di tengah sebagai “Pikiran dan gagasan Tuhan (God) dan Geometris”, ditutupi oleh segitiga sebagai lambang tritunggal Allah sang arsitek dari alam semesta.
Cara kerja dan visi organisasi ini hampir sama dengan Illuminati, yaitu dengan membuat kehancuran atas bangsa-bangsa sehingga dapat dipersatukan dalam satu kontrol yang pada akhirnya bangsa-bangsa akan dibawah kendali mereka, sehingga memudahkan untuk menyingkirkan para penganut Masehi dan memudahkan proses pembangunan Bait Suci Salomo/ Bait Allah ke III.
Iblis mengambil alih segalanya
Wah... sepertinya mengerikan ya! Suatu bangsa memiliki misi yang begitu jahat dan kotor terhadap bangsa lain dalam mencapai tujuannya. Mengapa suku Yehuda melakukan semua itu? Awalnya visi dan urapan yang Tuhan berikan kepada Yehuda adalah baik, seharusnya kekhususan berkat yang diterima digunakan untuk kemuliaan Tuhan, memberkati saudara-saudaranya dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Namun mereka telah menyimpang, ditambah kebencian terhadap orang-orang yang telah mengusir mereka dari tanah Israel mereka begitu dikuasai dendam, dan iblis melihat hal ini sebagai kesempatan untuk menggunakan mereka sebagai kaki tangannya yang juga memiliki rancangan yang sama. Tidaklah sukar bagi Iblis untuk memperalat orang-orang Yahudi menjadi perpanjangan tanggannya di dunia ini, sebab sekalipun mereka adalah umat pilihat Tuhan namun bangsa israel adalah bangsa yang tegar-tengkuk (Kel 32:9), jahat (Kej 32:22), tidak taat (Roma 10:21) dll.
Eye of Horus
All seeing eye, istilah ini berarti “mata yang melihat semua,” yaitu sebuah mata (mata Iblis) yang melihat segala sesuatu terutama untuk melihat dan mengontrol semua manusia di dunia ini. Iblis suka meniru apa yang Allah kerjakan, dan All seeing eye juga adalah tiruan Iblis yang diambil dari lambang supreme beeing-nya bangsa Israel, namum agak berbeda sedikit dimana mata yang sebelumnya sepasang dibedakan menjadi hanya satu mata saja, ke-Maha Melihat-tan Tuhan dan kepercayaan bangsa Israel bahwa mereka adalah biji mata Allah Iblis tiru, sebab Antikris hendak membuat dirinya menjadi “maha melihat” dengan membuat sistem kontrol global pada dunia ini (akan dibahas pada buletin doa berikutnya).
Mata yang Iblis gunakan diambil dari mata kepercayaan orang Mesir kuno yang bernama Horus (eye of Horus). Dalam mitos Mesir diceritakan bahwa pada waktu Horus bertarung dengan Seth – dewa gurun, badai dan kekacauan – salah satu matanya terluka parah, yang kemudian disembuhkan oleh Isis ayahnya (Bandingkan dengan kisah di Why 13:12). Namun, sejak ia menjadi dewa langit mata Horus dianggap mewakili Matahari pada mata kanannya dan bulan pada mata kirinya. Mengapa bulan? karena mata kirinya pernah terluka, sehingga menjadi lebih redup dibanding yang satunya. Oleh sebab itu Iblis mengunakan mata kanan Horus/matahari (Ra) sebagai lambang ke-maha melihat-tan versi Iblis. Sedangkan segitiga adalah tiruan dari tritunggal Allah (Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus) menjadi tritunggal Iblis diakhir jaman: Lucifer, Antikris dan Nabi Palsu, yang memandang dan mengawasi seluruh dunia.
Kontrol atas bangsa-bangsa
Saat ini kita dapat melihat bangaimana Iblis sudah mengontrol hampir seluruh aspek kehidupan manusia. kita akan sangat terkejut jika menyadari bagaimana Antikris telah menguasai dunia ini melalui organisasi Illuminati-nya, media-media yang setiap hari kita lihat, badan-badan keuangan, perbankkan, dunia politik, pemerinta-han, pendidikan, arsitektur dll. Kesemuanya sudah dimasuki oleh kaki tangan Iblis (Lihat logo-logo perusahaan di sebelah kanan ini, itu hanya sebagian kecil yang dapat ditunjukkan). Mereka bukan orang biasa-biasa, namun mereka adalah orang-orang berpengaruh dan memiliki kekuatan dana yang tak terbatas. Kenyataan All seeing eye sedang berlangsung dan menuju kesempurnaan sampai kelak setiap manusia ini berada DIBAWAH PENGAWASAN Iblis.
Waktunya sudah dekat
Dari semua yang telah dituliskan diatas, kita sekarang mengetahui bagaimana kita sekarang berada di penghujung akhir jaman, kita dapat memperhatikan bagaiamana segala persiapan kemunculan Antikrist sudah dipersiapkan, dan artikel ini adalah untuk pengetahuan dan pengertian dalam rangka mempersiapkan umat Tuhan agar “mengenali” semua rencana Iblis di akhir jaman ini. Sehingga kita tidak terjerumus kedalam sistem dunia yang menuju kehancuran. Iblis bekerja secara terselubung, diperlukan pengetahuan yang luas dan ditopang dengan Firman Tuhan untuk mengetahui pekerjaan Iblis.  Seluruh dunia dibawah kekuasaan si jahat (I Yoh 5:19), hampir seluruh produk yang kita pakai adalah produk mereka, semua media yang kita lihat adalah dibawah kendali mereka menanamkan nilai-nilai zaman baru kepada dunia.
Lalu apa yang harus kita lakukan, apakah kita menolak mengunakan produk-produk dunia ini? TIDAK tentunya, semua ini mengajarkan kita untuk mengeri dan berhati-hati bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat, dan itu berarti kemunculan Antikris sudah dekat pula. Biasakan beroda setiap kali kita makan, kuduskan sesuatu yang kita beli, berdoa bagi pemerintahan negara kita agar memerintah berdasarkan Takut akan Tuhan, saring apa yang akan kita tonton atau baca. Bukankah lebih baik kita untuk untuk lebih mendekat kepada Tuhan hari-hari ini... Ibrani 12:28 berkata: “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” Iblis dan kaki tangannya sangat aktif dan sibuk hari-hari ini, mereka bekerja melalui organisasi-organisasi atau korporat-korporat di buni ini, mereka sedang merencanakan sebuah “kerajaan” agar Antikrist dapat bertahta sebagai rajanya. Jadi jika kita tidak keluar dari sistem dunia, maka kita akan masuk dalam rencana mereka, pastikan saudara selalu dalam keadaan berjaga-jaga senantiasa. (Wahyu 3:3) BERSAMBUNG

Perhatikan sebagian logo-logo yang diambil dari seluruh dunia ini...
Bukankah mereka menguasai hampir seluruh perusahaan di dunia ini...
“Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja,...” ( II Tes 2:7a )
         
Diambil dari Buletin Doa

No comments:

Post a Comment