Popular Posts

Tuesday, December 4, 2012

Biarkan Tuhan Menilaimu


Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois.
Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.
Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu.
Tetapi, teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu.
Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.
Tetapi,  janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok akan dilupakan orang.
Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup.
Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.
Tetapi, percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang jujur, dan Dia dapat melihat ketulusan hatimu.

Berapa Berat Sebuah Dosa?


Seorang pendeta berdiri di pinggir jalan di dekat sebuah halte bus. Tak henti-hentinya ia berteriak: “Siapa yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka ia akan diselamatkan.” Ia juga meneriakkan agar semua manusia bertobat dan tak berbuat dosa.

Tiba-tiba seorang anak muda datang dan berdiri di depannya lalu bertanya; “Bapak pendeta; Anda mengatakan bahwa semua manusia adalah orang-orang berdosa tanpa terkecuali. Membawa serta dosa dalam diri sendiri sama dengan memikul sebuah beban yang amat berat. Namun saya tak pernah merasakannya sedikitpun. Katakanlah padaku, berapa berat sebuah dosa itu? Lima kilo? Sepuluh kilo? Atau seratus kilo?”

Sang pendeta memperhatikan anak muda tersebut dengan seksama lalu balik bertanya; “Bila kita meletakkan 500 kilo beban ke atas mayat, apakah mayat tersebut akan merasa bahwa beban yang dipikulnya itu berat?” Dengan cepat dan pasti anak muda itu menjawab; “Tentu saja tidak! Ia pasti tidak merasa berat karena ia telah mati.”

Sang pendeta mengagumi anak muda tersebut. Sambil tersenyum ia menjawab; “Hal yang sama terjadi pada kita. Kita tentu tak merasa bahwa beban dosa yang kita pikul itu berat. Karena pada saat kita berada dalam dosa, saat itulah kita sebetulnya telah mati.”
--------------------------------
Bila anda masih mampu merasa sakit berhadapan dengan dosa-dosa yang anda perbuat, maka bersyukurlah karena Roh Kudus sedang bekerja dalam diri anda untuk mengingatkan anda untuk tak berbuat dosa lagi. Namun bila suatu saat anda tak merasa bersalah sedikitpun saat berbuat dosa, maka saat itu sebetulnya anda telah mati.

“Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.” (1 Yohanes 3:6) 

Berkat Yang Tersamar


Sering kali pada saat kejadian yang tidak menyenangkan menimpa, kita bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan hal itu terjadi? Terlebih bila selama ini kita merasa telah menjadi anak Allah yang baik. Mengapa hal-hal buruk masih terjadi pada kita? Ada peristiwa-peristiwa dalam hidup kita yang sulit dimengerti pada saat kita mengalaminya. Kita hanya dapat berpasrah padaNYA, percaya bahwa DIA tidak akan memberikan yang buruk kepada kita. (berdasarkan Yesaya 29:11).

Ilustrasi di bawah ini mungkin dapat membantu kita memahami bahwa sebenarnya di balik “kemalangan” itu ada berkat yang tersamar, yang belum kita sadari pada saat itu.

Ada sebuah kisah tentang seorang raja yang mempunyai seorang teman baik. Temannya ini punya kebiasaan berkomentar, “Ini bagus!” atas semua situasi dalam hidupnya positif maupun negatif.

Suatu hari Sang Raja dan temannya pergi berburu. Temannya mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan Sang Raja. Kelihatannya Sang Teman melakukan kesalahan dalam mempersiapkan senjata tersebut, karena setelah raja menerima senapan itu dari temannya, senapan itu meletus dan mengenai jempolnya.

Seperti biasa Sang Teman berkomentar, “Ini bagus!” yang oleh raja dijawab, “Tidak, ini tidak bagus!” dan raja tersebut menjebloskan temannya ke penjara.

Kurang lebih setahun kemudian, Sang Raja pergi berburu ke daerah yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu bakar, bersiap untuk membakarnya. Ketika mereka mendekat untuk menyalakan kayu tersebut, mereka melihat bahwa Sang Raja tidak memiliki jempol. Karena percaya pada tahayul, mereka tidak pernah makan orang yang tidak utuh. Jadi mereka membebaskan raja itu.

Dalam perjalanan pulang, raja tersebut ingat akan kejadian yang menyebabkan dia kehilangan jempolnya dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap teman baiknya. Raja langsung pergi ke penjara untuk berbicara dengan temannya. “Kamu benar katanya, “baguslah aku kehilangan jempolku.” Dan ia menceritakan kejadian yang baru dialaminya kepada temannya itu. “Saya menyesal telah menjebloskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat kepadamu.”

“Tidak,” kata temannya “Ini bagus!”. “Apa maksudmu. ‘Ini bagus!’? Bagaimana bisa bagus, aku telah mengirim kamu ke penjara selama satu tahun.” Temannya itu menjawab, “Kalau kamu tidak memenjarakan aku, aku tadi pasti bersamamu.”


Kehilangan jempol ataupun kebebasan karena di penjara bukanlah hal yang menyenangkan. Namun karena 2 peristiwa itulah, Sang Raja dan temannya tidak menemui ajalnya dalam peristiwa tahun berikutnya.

Demikian pula dalam hidup kita, ada peristiwa yang menyebabkan kita kehilangan materi, mata pencaharian bahkan orang yang kita kasihi. Tentu saja itu membuat kita sedih, kesal, marah, bahkan menggugat TUHAN karenanya. Beberapa di antara kita mengalami pergumulan batin yang panjang karena penolakan kita akan kejadian yang tidak menyenangkan ini. Ada yang menolak begitu keras sehingga menjauh dari TUHAN.

Namun jika kita dapat mengikuti sikap teman raja di atas, yang secara positif menerima setiap peristiwa baik maupun buruk dalam hidup kita, niscaya suatu hari nanti kita akan menyadari adanya berkat-berkat yang tersamar dalam setiap peristiwa yang kita alami.

Jadi, seperti kata Anthony de Mello, marilah belajar untuk berkata “YA” terhadap setiap peristiwa dalam hidup kita. “YA” berarti menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan Tuhan dalam hidup ini. Pada saatnya nanti, kita akan dapat “melihat” berkat-berkat yang tersamar dalam berbagai peristiwa di kehidupan kita; karena TUHAN bekerja dengan caraNYA yang misterius, yang tidak terselami oleh keterbatasan akal kita.

Berdoalah Sampai Sesuatu Terjadi (P.U.S.H)


Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juru Selamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan laki-laki itu, dan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa laki-laki itu harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya. Hal itu dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun-tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya “Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannya.”

Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.

“Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?” pikirnya. “Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik.”

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.

“Tuhan,” katanya “Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?”

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian, “SahabatKu, ketika Aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata kepadamu, tugasmu untuk mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu, seperti yang telah kau lakukan. Tidak sekalipun Aku mengatakan bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. Tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang telah kau selesaikan. Aku, sahabatKu, sekarang akan memindahkan batu itu.”

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya…. Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya.

Ketika segala sesuatu kelihatan keliru…. lakukan P.U.S.H (push=dorong).

Ketika pekerjaanmu mulai menurun…. lakukan P.U.S.H (push=dorong). Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan..  lakukan P.U.S.H (push=dorong).

Ketika uangmu seperti “lenyap” dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar.. lakukan P.U.S.H (push=dorong).

P.U.S.H – Pray Until Something Happens!! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi).

Benang Ruwet


Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang aku lihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas".

Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut menurut pandanganku.

Beberapa  saat kemudian aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari ke sini dan duduklah di pangkuan ibu".

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata, " Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas engkau dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan".

Sering selama bertahun-tahun kita melihat ke atas dan bertanya kepada Allah Bapa, "Bapa, apa yang Engkau lakukan?".

Ia menjawab, "Aku sedang menyulam kehidupanmu".

Dan aku membantah, "Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?".

Kemudian Bapa menjawab, "Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini, satu saat nanti aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu".

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan".(Yer 29:11)

Kasih Seorang Ayah

Seorang pemuda sebentar lagi akan di-wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir jerih payah-nya selama beberapa tahun di bangku pendidikan. Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin sekali nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Diapun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya. 

Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.
Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci ! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Alkitab yang bersampulkan kulit asli, di kulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas.
Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku ? "Lalu dia membanting Alkitab itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses. dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas.
Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu.
Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.


Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk kerumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal disitu. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelek terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Alkitab itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu.

Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Alkitab itu, dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Alkitab itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya,
"Dan kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, masakan Bapa-mu yang di sorga tidak akan memberikan apa yang kamu minta kepada-Nya ?"
Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Alkitab itu. Dia memungutnya,.... sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok kedalam. Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga. Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati........

HOW MANY TIMES DO WE MISS GOD'S BLESSINGS BECAUSE WE CAN'T SEE PAST OUR OWN DESIRES





Berdoa Dengan Cara Allah

Judul Asli: How to Pray with GOD's Way
Diterjemahkan: Dewi Galang

Ajari aku, Tuhan…
Aku ingin tahu, cara yang benar untuk berdoa.
Bila aku perlu menggunakan kata-kata,
Kata apa yang harus kupakai?
Beritahukan kepadaku, apa yang harus kukatakan.

Aku menundukkan kepala,
Aku berlutut,.. haruskah juga bersikap tegak?
Aku menutup mataku,
Kuangkat tanganku, atau… haruskah aku mengatupkannya saja?

Apakah aku harus berdiri? Atau duduk saja?
ALLAHku,.. posisi mana yang KAU sukai?

Apakah sebaiknya lampu menyala atau dimatikan?
Mungkin.. lebih baik dengan terang lilin saja?
Perlukah kupakai kacamataku atau tidak?
Ada di kursi saja atau di depan meja?
Haruskah aku berbisik atau berdoa dengan suara lantang?

Haruskah aku mengutip Kitab Suci?
Kapan waktu yang KAU sukai? Di waktu fajarkah?

Haruskah aku berdoa dengan cepat-cepat atau perlahan-lahan?
Lebih baik doa yang pendek.. atau yang panjang?

Aku baru saja belajar berdoa, apa saja aturannya?
Aku ingin berdoa dengan benar.

Bagaimana aku tahu bahwa KAU akan mendengarkannya?
Bahwa doaku sudah benar?

Dan sementara aku duduk diam,
Menunggu tanda-tanda,
Aku mendengar suara lembut yang berkata:

"AnakKU yang kekasih…
Apakah kau pikir AKU begitu peduli tentang waktu,
Atau tentang posisimu ketika berdoa, berdiri atau berlutut?"
"AKU tak peduli tentang posisi tubuhmu atau tempat yang kaupilih;
Bukalah hatimu kepadaKU,
Aku tak punya aturan lainnya.

Katakan padaKU apa yang ada dalam hatimu,
Dan katakan padaKU apa yang kau cari,
Ceritakan tentang kepedihanmu
Dan hal-hal lain yang membuatmu merasa lemah."

"Bicaralah padaKU secara pribadi
Tentang apa yang paling penting bagimu;
AKU tahu tentang perbuatan-perbuatan baikmu..
Tak perlu engkau menyombongkannya.

AnakKU, engkau tak perlu pelajaran-pelajaran,
Bicaralah saja padaKU setiap hari,
Katakan padaKU apapun yang kauinginkan,
sayangKU, Siapapun dapat berdoa."


Sunday, November 25, 2012

PRINSIP PRAKTIS MENDISIPLIN ANAK


  1. Disiplin harus bertujuan untuk menolong si anak dan bukan untuk membuat anak menjadi frustasi.
  2. Disiplin haruslah membimbing dan mendidik si anak agar ia sanggup membuat pilihan yang bijaksana. Dengan demikian anda sedang menolong anak untuk dapat mendisplinkan dirinya sendiri.
  3. Disiplin harus bersumber pada hati yang penuh kasih pada diri anak, sehingga meyakinkan dirinya bahwa dia adalah bagian dari keluarga atau Sekolah Minggunya.
  4. Anda dan anak-anak perlu mengetahui bahwa disiplin itu merupakan hal yang rahasia dan hanya anda dan dia yang mengetahuinya. Untuk itu jangan mempermalukan anak di depan umum, karena hal itu tidak akan berhasil dengan baik.
  5. Dengan mengampuni kesalahan anak, berarti anda juga membina kepercayaan di dalam dirinya itu bahwa anda sudah mengampuni dia dan sekarang semuanya sudah dilupakan.
  6. Pikirkan masalah yang akan timbul dan carilah jalan untuk menghadapi hal itu sebelum konflik berkembang.
  7. Berikanlah pujian dan semangat kepada anak dan jangan memberikan celaan ataupun ejekan.
  8. Dengarkan penjelasan seorang anak sebelum membuat keputusan akhir, dan jelaskan keputusan anda mengapa anda terpaksa memberikan hukuman kepada anak.
  9. Hukumlah dengan motif yang jelas, misalnya kebohongan harus ditangani dengan tegas daripada gelas yang dipecahkan anak tanpa disengaja.
  10. Pertimbangkan perbedaan anak-anak secara individu dan pilihlah disiplin yang tepat bagi masing-masing anak.
  11. Tundalah pemberian hukuman yang keras sampai anda benar-benar menjadi lebih tenang dan dapat menguasai diri. Keputusan yang mendadak biasanya akan disesali.
  12. Jangan menakuti-nakuti anak. Hukumlah atau jangan menghukum.
  13. Tetapkan peraturan sesedikit mungkin, tapi laksanakan peraturan yang sudah ditetapkan.

    PRINSIP-PRINSIP PRAKTIS MENGENDALIKAN AMARAH

    Memang baik jika kita mengerti apa itu amarah, penyebabnya, bermacam-macam respon terhadapnya, penyataan Alkitab, reaksi yang sehat dan tak sehat, dan sebagainya. Namun lebih dari itu, apa yang Anda LAKUKAN terhadap perasaan marah saat ANDA mengalaminya sendiri.

      Sebagai ringkasan, ada sepuluh prinsip praktis untuk menghadapi perasaan marah dan mengendalikannya.
      Camkanlah selalu bahwa sebagai orang Kristen kita tidak dapat mengendalikan amarah (atau masalah lain) dengan mengandalkan kekuatan sendiri! Kita harus bersandar pada bimbingan dan kekuatan Roh Kudus. Dan bimbingan Roh Kudus paling dibutuhkan jika seseorang merasa dirinya baik tetapi sekaligus sedang marah.
    Inilah sepuluh langkah praktis yang dapat Anda ambil:
    1. Sadari reaksi emosi anda. Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang saya rasakan?".
    2. Kenali perasaan-perasaan Anda dan akui bila Anda memiliki perasaan tersebut. Mengakui perasaan marah tidak berarti Anda harus menyatakannya.
    3. Coba mengerti mengapa Anda marah. Apa penyebabnya? Kemarahan sering timbul karena frustrasi. Kita frustrasi karena keinginan, kerinduan, ambisi, harapan, dorongan, kehausan atau kehendak kita. Tanyakan pada diri Anda, "apakah saya marah karena frustrasi? Apa atau siapa penyebab frustrasi? Jalan positif bagaimana yang dapat saya pikirkan?"

    Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Tetap Bertahan

    Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
    Tuhan tahu berapa keras engkau sudah berusaha.

    Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
    Tuhan sudah menghitung airmatamu.

    Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu dengan begitu saja...
    Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

    Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon...
    Tuhan selalu berada di sampingmu.

    Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
    Tuhan punya jawabannya.

    Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa pusing atau tertekan...
    Tuhan dapat menenangkanmu.

    Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
    Tuhan sedang berbisik kepadamu.

    Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur...
    Tuhan telah memberkatimu.

    Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
    Tuhan telah tersenyum padamu.

    Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
    Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

    Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap...
    TUHAN TAHU

    Bebek

    Oleh        : Tidak Diketahui
    Judul asli : The Duck

    Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya di pertanian mereka. Dia mendapat sebuah ketapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam.
    Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu di kepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih.
    Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek di dalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.
    Setalah makan, nenek berkata, “Sally, cuci piring.“
    Tetapi Sally berkata, “Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu di dapur, bukankah demikian Johnny?”
    Dan Sally berbisik, “Ingat bebek?”
    Jadi Johnny mencuci piring.
    Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, “Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan.”
    Tetapi Sally tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.”
    Kembali dia berbisik, “Ingat bebek?”
    Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal di rumah.
    Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun.
    Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, “Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri di jendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu.”
    “Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Yesus Kristus juga selalu berdiri di jendela. Dan Dia melihat segalanya.
    Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu.
    Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga melupakan.”

    Diambil dari Kumpulan Cerita "Mutiara Hati"

    7 HAL YANG TIDAK EFEKTIF DALAM DIRI MANUSIA

    1.  Tidak dapat mengatur waktu dengan baik
     …bangunlah hai kamu  yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu,
    …. Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat … “ (Efesus 5:14-15)
    Selama 3,5 tahun Yesus dapat mengatur waktu-Nya dengan baik.
    Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah mempergunakan waktu kita dengan efektif ? Orang yang tidak efektif adalah orang yang tidak dapat memanage waktu. Ia akan selalu mengatakan: “Aku tidak punya waktu”. Kata tidak punya waktu sepertinya telah menjadi garis batas antara keberhasilan dengan kegagalan.

    2.   Punya suatu sikap kalah
     …Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun …” (Ulangan 28:12-14) Yesus punya kepribadian pemenang. Orang yang punya
    kepribadian seperti Yesus akan berkata : “Akan aku coba”. Tetapi seseorang yang punya kepribadian kalah, ia akan berkata : “Aku tidak bisa”. Ia sepertinya sedang membuat perhitungan dengan dirinya sendiri (Amsal 23:7a). Pernahkah kita berkata : “Aku ini orang yang kalah”, “Aku tidak bisa “ atau “Aku gagal”?
    Kalau kita pernah mengucapkan hal itu berarti kita sedang membuat perhitungan dengan diri kita sendiri.

    3. Berhenti untuk bertumbuh
    ….maka Yesus bertumbuh dan hikmatNya semakin bertambah” (Efesus 4 : 15) Yesus mengajak kita untuk bertumbuh.
    Kalau dulu kita tidak dapat berdoa sekarang dapat berdoa bahkan bisa mendoakan orang lain. Kalau dulu hanya sebagai jemaat biasa sekarang terlibat dalam pelayanan, dll.

    4. Tidak punya rencana (tujuan hidup)
    Banyak orang tidak tahu tujuan hidupnya, tujuannya ke gereja, atau tujuannya melayani. Tetapi manusia yang efektif harus punya tujuan.

    5. Tidak mau berubah
    Aristoteles mengatakan : “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang”. Kalau kita sering terlambat berarti kita adalah orang yang suka terlambat. Tuhan memang tidak pernah berubah karena Dia itu sempurna. Tetapi kita harus mau diubah untuk menuju pada kesempurnaan. Orang yang mudah tersinggung adalah orang yang tinggi hati. Ini harus diubah supaya menjadi orang yang rendah hati. Firman Tuhan katakan: “Janganlah kita menjadi serupa dengan dunia ini, tapi berubahlah oleh pembaharuan budimu”.

    6. Gagal dalam menjalin hubungan dengan orang lain
    Pribadi yang efektif adalah seorang yang mampu berkomunikasi dalam hubungannya dengan orang lain.

    7. Tidak mau bayar harga
     … Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut Aku“. (Matius 16 : 24-26) Menyangkal diri dan memikul salib adalah tindakan membayar harga.
    Kalau kita sudah diselamatkan tapi hidup kita belum efektif, minta diubahkan dan bayar harga supaya menjadi pribadi yang efektif bagi Tuhan.

    Diambil dari Kumpulan Cerita "Mutiara Hati"

    Beban Berat

    “Mengapa bebanku berat sekali?” aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersandar. “Tidak adakah istirahat dari ini?” Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal. “Ya Tuhan,” aku menangis, “biarkan aku tidur. Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun kembali!” Dengan tersedu-sedu , aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan, tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku. Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib. “Anakku,” orang itu bertanya, “mengapa engkau datang kepadaKu sebelum Aku siap memanggilmu?” “Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena… aku tidak bisa melanjutkannya. Kau lihat betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi.”

    “Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” “ Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku begitu berat?” “Anakku, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?” “Aku bisa melakukan hal itu?” tanyaku.

    Sunday, November 18, 2012

    Apakah Salib Ini Terlalu Berat Untuk Kau Pikul?

    Oleh: Tidak Diketahui
    Penterjemah: Cennie

    Aku mengeluh, “Salib ini terlalu berat untuk dipikul”.

    Dan aku bertanya dalam hati dengan tidak senang, “Mengapa Tuhan memberiku beban seberat ini untuk kupikul?”.

    Aku iri dengan orang lain yang kelihatannya memiliki beban yang lebih ringan. Dan berharap andai saja aku bisa menukar beban ini dengan yang lebih ringan.

    Kemmudian, dalam mimpi, aku memandang salib yang ingin aku kenakan, salib itu dihiasi dengan mutiara, intan dan permata yang sangat berharga dan langka. Dan ketika aku mengalungkannya pada leherku, beban perhiasan emas itu sangat berat dan susah ditahan leherku yang ramping dan kecil.

    Jadi, aku melemparnya ke samping, dan di depan mataku ada salib yang terbuat dari bunga mawar merah. Aku mengenakannya dengan senang hati dan berkata, “Aku bisa mengenakan salib ini sampai lama”, karena salib itu sangat bagus dan rapuh, sangat indah, ringan dan menarik.

    Tetapi aku lupa bahwa duri-urinya mulai menusuk-nusuk kulitku. Dan dalam mimpiku, aku melihat “salibku”, berkerut-kerut, tua dan jelek. Salib yang tua dan jelek itu aku pandang rendah dengan perasaan idak senang. Tapi akhirnya aku tahu bahwa Tuhan suah membuat ‘salib khusus’ ini untukku.

    Tuhan sangat bijaksana, tahu aku tidak dapat melihat sebelumnya, bahwa seringkali salib-salib yang paling indah adalah salib-salib yang paling berat untuk dipikul.

    Karena hanya Tuhanlah yang bijaksana untuk memilihkan salib untuk kita pikul. Jadi, jangan pernah berkeluh kesah tentang SALIBMU, karena salibmu sudah diberkati. Tuhan membuatnya KHUSUS UNTUKMU untuk dipikul. Dan INGAT! TUHAN TAHU YANG TERBAIK UNTUKMU !!! 


    "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11 : 29 - 30)

    Diambil dari kumpulan Cerita "Mutiara Hati"

    Apa Kamu Cukup Kuat?

    Ada kekuatan di dalam KASIH,
    Dan orang yang mengasihi adalah orang yang kuat
    Karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.

    Ada kekuatan di dalam SUKACITA,
    Dan orang yang memiliki sukacita adalah orang yang kuat
    Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

    Ada kekuatan di dalam DAMAI SEJAHTERA,
    Dan orang yang penuh damai sejahtera adalah orang yang kuat
    Karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.

    Ada kekuatan di dalam KESABARAN,
    Dan orang yang sabar adalah orang yang kuat
    Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu
    dan ia tidak pernah merasa disakiti.

    Ada kekuatan di dalam KEMURAHAN,
    Dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat
    Karena ia tidak pernah menahan mulut
    dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

    Ada kekuatan di dalam KEBAIKAN,
    Dan orang yang baik adalah orang yang kuat
    Karena ia selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

    Ada kekuatan di dalam KESETIAAN,
    Dan orang yang setia adalah orang yang kuat
    Karena ia bisa mengalahkan kedagingan
    dengan kesetiaannya kepada Tuhan dan sesama.

    Ada kekuatan di dalam KELEMAHLEMBUTAN,
    Dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
    Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

    Ada kekuatan di dalam PENGUASAAN DIRI,
    Dan orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat
    Karena ia bisa mengendalikan hawa nafsunya.

    Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 
    (Galatia 5 : 22 - 23)



    Diambil dari Kumpulan Cerita "Mutiara Hati"


    57 Cents Yang Tak Ternilai Harganya


    Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena "sudah terlalu penuh".
     
    Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis ? "Saya tidak dapat ke  Sekolah Minggu" kata si gadis kecil.
     
    Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak acakan dan tidak terurus,sang pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu.
     
    Segera dituntunnya si gadis kecil itu  masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil.
     
    Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaannya, sehingga pada waktu sebelum tidur di malam itu, ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan  Jesus.
     
    Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur. Sejak saat itu,si gadis kecil "berkawan" dengan sang pastur.
     
    Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya di daerah kumuh,dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana.
     
    Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah.
     
    Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 cents dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya :
    "Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri Sekolah Minggu"
     
    Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis  kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uang nya sampai terkumpul sejumlah 57 cents untuk maksud yang sangat mulia.
     
    Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja.
     
    Namun ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan  suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 cents, setelah para pengurus gereja menyatakan 
    bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu.
     
    Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000  dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton ).
     
    Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan, namun perduli pada sesama yangmenderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi.
     
    Saat ini, jika anda berada di Philadelphia,lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus (yah,beratus ratus) pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah Minggu.
     
    Di dalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang  dengan tabungannya sebesar 57 cents, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis kecil miskin itu, 
    yaitu pastor DR.Russel H.Conwell, penulis buku "Acres of Diamonds"---a true story.
     
     Kenyataan sejarah yang collosal ini bisa memberikan petunjuk kepada
     kita semua apa yang dapat DIA lakukan terhadap uang 57 cents.
     
     "Semoga cerita ini bisa menjadi berkat bagi kita semua"
    
    
    Diambil dari Kumpulan Cerita "Mutiara Hati"
    
    
    
    

    Thursday, November 15, 2012

    7 Kiat Bekerja Menurut Amsal Salomo

    1. Andalkan Tuhan
    Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu". Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

    2. Carilah Pengetahuan Ilmu pengetahuan
    Cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari. Amsal 19:2 berkata, "Tanpa pengetahuan, kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti. Amsal 19:20 berkata, "Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan".

    3. Rajin dan Cekatan
    Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji. Amsal 10:4 berkata, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya". Dan Amsal 14:23 berkata, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."

    4. Berlakulah Jujur dan Benar
    Amsal 16:8 berkata, "Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan". Dan Amsal 10:9 berkata, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui". Renungkan juga Amsal 10:16, "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa."

    5. Jaga Mulut
    Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Amsal 21:23 berkata, "Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran". Dan Amsal 10:19 berkata, "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."

    6. Sabar dan Tenang
    Amsal 16:32 berkata, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota". Dan Amsal 14:30 menambahkan, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."

    7. Jangan Ingin Cepat Kaya
    Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah:
    - Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini.
    - Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa.
    - Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.

    Renungkanlah Amsal 10:22, "Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya," dan Amsal 13:11, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya."

    Diambil dari Kumpulan Cerita "Mutiara Hati"

    Saturday, October 20, 2012

    A Dream

    A DREAM

    A simple illustration about how much He loves us...





    His Word said... "For God so loved the world that He gave His only begotten Son, that whoever believes in Him should not perish but have everlasting life." (John 3:16)

    He also said... " In my Father's house are many mansions: if it were not so, I would have told you. I go to prepare a place for you. And if I go and prepare a place for you, I will come again, and receive you unto myself; that where I am, there ye may be also. (John 14:2-3)

    Jesus loves you...


    Special thanks to Sonny Ketsit for drawing illustration.
    Illustration published with authorize permission from Sonny Ketsit.
    Please ask permission if you want to copying and using this drawing on another site.